TELUK BINTUNI, penaexspres |Krisis kesehatan serius melanda wilayah Distrik Weriagar dan sekitarnya. Dalam kurun waktu tiga hari, dua orang balita dilaporkan meninggal dunia akibat diare akut yang disertai dehidrasi berat dan malnutrisi.
Sesuai data yang diterima media, tragedi ini diduga kuat dipicu oleh buruknya sarana sanitasi dan rendahnya akses air bersih di lingkungan tempat tinggal warga.
Kronologi Kematian Pasien
Kasus pertama menimpa seorang balita perempuan berusia 1 tahun 9 bulan asal Kampung Weriagar Baru. Pasien dinyatakan meninggal dunia di Puskesmas Weriagar pada Sabtu (14/02/2026) pukhul 15.55 WIT.
Berdasarkan diagnosa medis, balita tersebut mengalami syok hipovolemik akibat diare akut, dehidrasi berat, pneumonia aspirasi, serta kondisi gizi buruk (malnutrisi berat).
Hanya berselang tiga hari, kasus serupa dialami bayi laki-laki berusia 8 bulan asal Kampung Tuanaikin.
Bayi ini dilaporkan meninggal dunia di kediamannya pada Selasa (17/02/2026) pukul 04.00 WIT. Sebelumnya, petugas medis telah memberikan pertolongan pertama dan menganjurkan rawat inap (infus), namun nyawanya tidak tertolong sebelum sempat dibawa ke Puskesmas.
Atas kejadian itu, tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni telah dikerahkan ke distrik Weriagar untuk melakukan pelacakan epidemiologi (PE), Jumat (20/2).
Namun, investasi kasus ini sebelumnya sudah dilaksanakan tim dari Puskesmas setempat, sejak tanggal 16 Februari lalu.
Temuan Lapangan: Sanitasi Buruk
Hasil investigasi tim di lapangan mengungkap kondisi lingkungan yang sangat memprihatinkan seperti infrastruktur yang tidak memadai, fasilitas MCK yang tidak sesuai standard kesehatan, minimnya sarana air bersih dan rendahnya prilaku hidup sehat warga.
Sumber lain dari dinas teknis menyebut, tim kesehatan akan menggelar rapat evaluasi bersama di Puskesmas (PKM) pada Kamis mendatang.
Pertemuan ini bertujuan untuk menyusun berita acara hasil pelacakan yang akan diserahkan kepada pemerintah.
"Hasil pelacakan ini akan menjadi bahan evaluasi dan catatan penting bagi pemerintah untuk segera membenahi fasilitas publik, khususnya terkait sanitasi dan air bersih, guna mencegah jatuhnya korban jiwa lebih lanjut," ungkap sumber dari tim kesehatan tersebut.
Pasca kejadian ini, diharapkan adanya kolaborasi lintas sektor agar perbaikan infrastruktur kesehatan dan edukasi gizi di Distrik Weriagar menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Mets Noor