RAKERNAS APDESI Merah Putih Tegaskan Peran Strategis Desa dalam Menyiapkan Generasi Emas 2045 - PENA EXSPRES

Sabtu, 07 Februari 2026

RAKERNAS APDESI Merah Putih Tegaskan Peran Strategis Desa dalam Menyiapkan Generasi Emas 2045



Jakarta —[penaexspres.com] Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Merah Putih menegaskan bahwa masa depan Indonesia Emas 2045 tidak akan lahir dari kota semata, melainkan dari desa-desa di seluruh Nusantara.

Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum DPP APDESI Merah Putih, A. Anwar Sadat, S.H., dalam forum RAKERNAS APDESI Merah Putih yang mengusung tema “Peran Strategis Pemerintah Desa dalam Menyiapkan Generasi Emas Desa yang Unggul dan Berkarakter”.
“Indonesia Emas tidak akan lahir dari kota semata. Indonesia Emas akan lahir dari desa,” tegas Anwar Sadat dalam pidato kuncinya.

Ia menyampaikan bahwa saat ini lebih dari 70 ribu desa di Indonesia menjadi ruang tumbuh anak-anak bangsa yang kelak akan menentukan arah dan masa depan negara.

 Oleh karena itu, pembangunan desa tidak boleh hanya terfokus pada pembangunan fisik seperti jalan, talud, dan gedung pemerintahan, tetapi harus diarahkan secara serius pada pembangunan manusia dan pembentukan karakter generasi muda desa.

Menurut Anwar Sadat, pemerintah desa memiliki posisi yang sangat strategis karena merupakan struktur pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat.

 Kepala desa mengenal langsung kondisi sosial warganya, keluarganya, hingga anak-anak di desanya—sebuah kedekatan sosial yang tidak dimiliki oleh pemerintah di tingkat pusat maupun daerah.

RAKERNAS APDESI Merah Putih juga menyoroti berbagai tantangan serius yang kini dihadapi desa, mulai dari rendahnya literasi, pernikahan usia dini, anak putus sekolah, kecanduan gawai, hingga krisis arah dan harapan hidup pada sebagian generasi muda. 

Jika persoalan tersebut tidak segera ditangani, bonus demografi yang selama ini dibanggakan justru berpotensi berubah menjadi beban demografi nasional.
“Karena itu, pemerintah desa harus mengambil peran baru. 

Tidak hanya sebagai administrator pemerintahan, tetapi sebagai pembina peradaban masyarakat. Desa harus menjadi ruang pendidikan karakter,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, APDESI Merah Putih juga menegaskan pentingnya Dana Desa diposisikan sebagai investasi masa depan bangsa. 

Dana Desa didorong untuk dialokasikan secara lebih strategis pada pendidikan nonformal, penguatan rumah baca dan literasi, pelatihan keterampilan pemuda, penguatan ketahanan keluarga, pencegahan stunting, serta pengembangan ekonomi produktif generasi muda melalui KOPDES Merah Putih dan BUMDes.

RAKERNAS ini sekaligus menjadi momentum penguatan gerakan nasional “Desa Mendidik”, yakni desa yang melindungi anak, menguatkan keluarga, menggerakkan literasi, serta membuka ruang kreativitas dan kepemimpinan pemuda desa.

“Kita ingin melahirkan generasi desa yang bukan hanya pintar, tetapi juga berkarakter—berakhlak, mandiri, kreatif, mencintai budaya, serta mampu bersaing di era digital tanpa kehilangan jati diri,” tambah Anwar Sadat.

APDESI Merah Putih optimistis, jika desa-desa berhasil menyiapkan generasi unggul, maka Indonesia tidak perlu takut menghadapi masa depan. Sebab, masa depan bangsa sesungguhnya sedang tumbuh dan dibentuk di desa-desa hari ini.

“Membangun desa bukan hanya membangun wilayah. Membangun desa berarti membangun manusia. Dan ketika manusia desa kuat, Indonesia akan benar-benar menjadi bangsa yang besar,” pungkasnya.

Met Noor
Comments
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done