Beasiswa Aparatur Desa dan Subsidi UMKM 70%, STIE Budi Pertiwi Buktikan Komitmen untuk Karawang*
KARAWANG —[ pena exspres ] Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Budi Pertiwi Karawang kembali menggelar Wisuda ke-16 di Hotel Swiss-Belhotel Karawang, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan tinggi.
Ketua STIE Budi Pertiwi Karawang, Fajaruddin Pakpahan, M.M., mengatakan wisuda tahun ini memiliki makna khusus karena sebagian besar lulusan merupakan aparatur pemerintahan desa yang selama ini telah bekerja dan mengabdi kepada masyarakat.
Menurut Fajar, sejak 2022 STIE Budi Pertiwi telah memberikan program beasiswa bagi aparatur desa sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Karawang. Melalui program tersebut, biaya pendidikan yang semula sekitar Rp4,5 juta dapat ditekan menjadi sekitar Rp1,5 juta.
«“Kita peduli terhadap IPM Kabupaten Karawang. Aparat-aparat desa kita jadikan sebagai contoh bahwa Budi Pertiwi memiliki kepedulian terhadap peningkatan kualitas manusia di Karawang,” ujar Fajar.»
Ia menegaskan, wisuda bukan sekadar seremoni, karena para mahasiswa sebelumnya harus menyelesaikan berbagai tahapan akademik, mulai dari seminar proposal, sidang hingga Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Pada wisuda kali ini, pelaksanaan STIE Budi Pertiwi digabung dengan STTK dengan jumlah sekitar 160-an wisudawan. Dari jumlah tersebut, sekitar 134 lulusan berasal dari STIE Budi Pertiwi, sementara sekitar 28 lulusan berasal dari bidang teknik. IPK tertinggi lulusan STIE Budi Pertiwi disebut mencapai sekitar 3,9.
Fajar berharap para lulusan, terutama aparatur desa, mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama kuliah dalam pembangunan di wilayah masing-masing.
«“Mereka harus bisa merencanakan pembangunan lima tahun ke depan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Sebagian ilmu yang mereka dapat harus diaplikasikan untuk pembangunan di desa,” tegasnya.»
Perhatian untuk UMKM dan Anggota Koperasi
Sementara itu, Wahyu, S.E., M.M., bagian Kemahasiswaan STIE Budi Pertiwi, menyampaikan bahwa kampus juga memberikan perhatian kepada masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta anggota koperasi.
STIE Budi Pertiwi menyediakan program subsidi biaya kuliah sebesar 70 persen bagi pelaku UMKM dan anggota koperasi yang memenuhi ketentuan program. Dengan demikian, peserta hanya menanggung sekitar 30 persen dari biaya kuliah.
«“Ini merupakan bentuk kepedulian STIE Budi Pertiwi untuk membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan anggota koperasi. Kami berharap program subsidi ini dapat membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung pengembangan usaha masyarakat,” ujar Wahyu.»
Selain memperluas akses pendidikan, STIE Budi Pertiwi juga tengah mempersiapkan pengembangan kelembagaan menjadi institut.
«“Insya Allah STIE Budi Pertiwi ini akan menjadi institut. Mohon doanya,” kata Fajar.»
Dengan berbagai program pendidikan dan kemudahan pembiayaan tersebut, STIE Budi Pertiwi Karawang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas SDM. Para lulusan diharapkan tidak hanya memperoleh gelar akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa, pengembangan UMKM, serta kemajuan masyarakat Karawang.
Mets Noor | red