INSPIRATIF! H. ABANG, TOKOH MASYARAKAT DESA CARIU CIKAMPEK, RELA WAKAFKAN TANAH DAN KELUARKAN BIAYA PRIBADI DEMI AKSES JALAN PETANI
KARAWANG | pena exspres.com _ Kepedulian terhadap masyarakat tidak selalu harus ditunjukkan melalui jabatan atau kekuasaan. Bagi H. Abang, tokoh masyarakat Desa Cariu, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, kepedulian justru diwujudkan melalui aksi nyata dengan membantu membuka akses jalan bagi warga, khususnya para petani yang membutuhkan jalur untuk menunjang aktivitas pertanian.
H. Abang dikenal sebagai sosok yang rela mengorbankan tenaga, waktu, bahkan mengeluarkan biaya pribadi demi kepentingan masyarakat. Tak hanya membantu pengerasan jalan, ia juga disebut memiliki sekitar dua hektare tanah dan telah memberikan wakaf tanah untuk mendukung akses jalan serta kepentingan warga setempat.Langkah tersebut menjadi gambaran nyata semangat gotong royong yang masih tumbuh di tengah masyarakat.
Di saat sebagian warga menghadapi keterbatasan akses infrastruktur, H. Abang memilih bergerak membantu tanpa menjadikan kepentingan pribadi sebagai tujuan utama.
RELA BERKORBAN DEMI KEMUDAHAN AKSES WARGA
Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pertanian, keberadaan jalan yang layak bukan sekadar fasilitas tambahan. Jalan merupakan kebutuhan penting untuk menunjang mobilitas warga, mengangkut hasil panen, serta memperlancar aktivitas sehari-hari.
Kondisi akses jalan yang sulit dilalui dapat menjadi hambatan bagi petani. Karena itu, upaya membuka dan mengeraskan jalan menjadi langkah yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
H. Abang mengaku bahwa dirinya hanya warga biasa yang berprofesi sebagai petani. Namun, ketika melihat masyarakat mengalami kesulitan melintasi jalan, muncul keinginan untuk membantu sesuai kemampuannya.
Ia pun berinisiatif mengeraskan jalan dengan biaya sendiri agar akses tersebut dapat digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.Baginya, membantu masyarakat tidak harus menunggu memiliki jabatan. Selama ada kemampuan dan kesempatan, kepedulian dapat diwujudkan melalui tindakan nyata.
BUKAN HANYA TENAGA, WAKAF TANAH JUGA UNTUK KEPENTINGAN BERSAMA
Hal yang patut mendapat perhatian dari langkah H. Abang adalah kesediaannya membantu menyediakan akses jalan yang dibutuhkan masyarakat, termasuk melalui pemberian wakaf tanah.Pengorbanan tersebut menunjukkan bahwa kepedulian sosial tidak hanya berbentuk materi atau tenaga, tetapi juga kesediaan memberikan sebagian hak yang dimiliki demi kepentingan bersama.
Dengan adanya akses jalan yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat menikmati kemudahan mobilitas, sementara para petani bisa menjalankan aktivitasnya dengan lebih lancar.
Meski demikian, keberlanjutan akses jalan tersebut tetap membutuhkan perhatian bersama, baik dari masyarakat maupun pemerintah, agar pembangunan dan pemeliharaannya dapat berjalan secara optimal.
BERHARAP PEMERINTAH TURUN TANGAN
Di balik aksi nyata yang dilakukan H. Abang, terdapat harapan agar pemerintah setempat memberikan perhatian lebih serius terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat, terutama akses jalan pertanian.Semangat swadaya warga patut diapresiasi. Namun, pembangunan infrastruktur yang memadai tidak seharusnya hanya bergantung pada kemampuan pribadi masyarakat.
Pemerintah desa maupun instansi terkait diharapkan dapat menindaklanjuti kebutuhan tersebut melalui perencanaan pembangunan yang jelas, sesuai kewenangan, serta memperhatikan kebutuhan warga dan para petani.
Kepedulian H. Abang dapat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam membangun lingkungan yang lebih baik.
Jangan sampai warga yang telah rela berkorban demi kepentingan bersama justru harus berjuang sendirian untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur yang manfaatnya dirasakan banyak orang.
TELADAN GOTONG ROYONG DARI DESA CARIU
Apa yang dilakukan H. Abang menjadi pengingat bahwa nilai kepedulian sosial masih memiliki tempat penting dalam kehidupan bermasyarakat.Di tengah berbagai keterbatasan, ia memilih berbuat sesuatu yang manfaatnya dapat dirasakan orang lain. Bukan sekadar berbicara, melainkan ikut mengambil bagian dalam membantu membuka akses jalan bagi warga.
Ketika seorang warga rela mengorbankan tenaga, biaya pribadi, bahkan memberikan wakaf tanah demi kepentingan masyarakat, sudah semestinya semangat tersebut mendapat apresiasi dan dukungan.
Kini, harapan masyarakat tidak hanya tertuju pada keberlanjutan akses jalan yang telah diupayakan, tetapi juga pada perhatian pemerintah agar infrastruktur jalan umum maupun jalan pertanian dapat semakin baik.Sebab, jalan yang layak bukan hanya mempermudah perjalanan, melainkan juga membuka peluang bagi peningkatan aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Dari Desa Cariu, H. Abang memberikan pesan sederhana: kepedulian bukan diukur dari seberapa tinggi jabatan seseorang, melainkan dari seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada sesama.
Catatan redaksi: Informasi mengenai luas kepemilikan tanah, pemberian wakaf, dan proses pembukaan akses jalan perlu dilengkapi dokumentasi atau keterangan pihak terkait untuk memperkuat verifikasi pemberitaan.
Mets Noor